Pesantren Waqiah Indonesia merupakan wadah bagi para santri yang ingin mengoptimalkan kreatifitasnya untuk khidmah kepada umat . Dalam hal ini, khidmah kepada Kyai menjadi titik awalnya, Kyai sebagai pendamping bagi santri untuk memaksimalkan potensi diri masing-masing. Pesantren Waqiah Indonesia dengan kultur khas Nahdhatul Ulama' tidak lepas dari kegiatan ala warga Nahdhiyin seperti pembacaan Yasin, Tahlil, Istighatsah, shalawat Burdah, shalawat ad-Diba'i, Ratibul Haddad, dll. Serta yang menjadi ciri khas adalah istiqamah membaca surat al-Waqi'ah. Dari semua kegiatan tadi, masing-masing dilakukan dengan berjama'ah, oleh karena itu santri Waqi'ah Indonesia juga disiapkan untuk bisa menjadi pemimpin atau pengisi dalam sebuah acara sesuai dengan keahliannya masing-masing. Selain karakter pesantren yang mengkaji kitab klasik karya para ulama bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah, Pesantren Waqi’ah juga berupaya melestarikan budaya adiluhung Nusantara sebagai salah satu...
Malang, 4 September 2023 - Dalam sebuah kutipan para ulama ada ungkapan ""Al-Istiqomah khoirun min alfi karomah" - Istiqamah lebih baik daripada seribu karomah. Inilah kiranya yang menjadi tonggak pemacu kegiatan ngaji setiap malam senin. Seiring di sajikannya wedang kopi dan beberapa camilan kepada jama'ah yang hadir, beliau yang akrab dipanggil "gus win" menyampaikan beberapa materi yang dikutip pada kitab "Tajul arus". Adapun salah satu kutipan yang di sampaikan oleh beliau "gus win" adalah sebagai berikut ini: مثال القلب كالمرآة، ومثال النَّفْسِ كالنَّفَس كُلَّمَا تنفست النفس على المرأة سودتها "Perumpamaan hati itu ibarat cermin, dan perumpamaan ruh itu ibarat ruh, semakin banyak ruh yang dihembuskan pada seorang perempuan, maka ia akan semakin bernafas". Selain itu, penting kiranya untuk mengetahui kondisi hati kita. Hati seorang yang lacut (rusak) itu di ibaratkan sebuah cerminnya orang tua yang tak pernah membersihkan ...