Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

CAHAYA (itu) AL-QUR'AN

  Sore yang mendung di kota Malang, menghembuskan angin segar yang nyaman untuk membuat kebanyakan orang larut dalam selimut kehangatan. Hingga waktu Maghrib tiba, mentari telah kembali ke peraduannya dan kumandang adzan bersahut-sahutan dari masjid-masjid dan mushalla. Pun begitu pula Mushalla al-Qana'ah - Pesantren Waqiah Indonesia - Malang, puji-pujian kepada Allah dan   Kanjeng   Nabi dilantunkan sebelum iqamah diperdengarkan. Sebuah rutinitas tradisi Islam gaya Indonesia. Menunggu datangnya imam shalat sambil melantunkan do'a dan puji-pujian.     Menjelang waktu Isya', sejumlah persiapan dilakukan di aula Pesantren Waqiah Indonesia. Malam itu seorang  hafidz  al-Qur'an, KH. Anas al-Hafidz berkenan memenuhi undangan Kyai Zainal Arifin di Waqiah Indonesia untuk berbagi tips dan memberikan motivasi agar semakin cinta kepada al-Qur'an, syukur kalau sampai mau untuk menghafal sebagian atau bahkan keseluruhan ayatnya. Sebelum malam itu, KH. Anas al-Hafi...

Waqi'ah Kuçeçwara (2)

Air hujan terus mengucur dan makin deras, gemuruh pun bersahutan dengan suara keras. Keadaan yang bisa disikapi dengan khusnudzan bahwa Allah SWT sedang meremajakan tanaman dengan memberi mereka minum yang tiada terkira, mensuply persediaan air tanah, mengalirkan sungai-sungai yang untuk sementara diisi manusia dengan jutaan sampah, dan masih banyak lagi hikmah dari derasnya hujan bahkan misalnya badai yang terjadi. Allah adalah Dzat Yang Maha Memberi, dan semua ciptaan serta pemberian Allah SWT pasti membawa manfaat kepada semua mahluk-Nya.  Allaahu an-Naafi' ....  Allah Dzat Yang Maha Memberi Manfaat Kiranya kalimat itulah yang dapat menjadi gambaran dari pesan kedua baginda Nabi agar dosa sebesar apapun dapat diampuni. Pesan baginda Nabi yang disampaikan Ustadz Anas adalah  memberi manfaat kepada yang lain.  Tidak hanya kepada manusia, kepada hewan dan tetumbuhan di sekitar kita, kita bisa memberi kemanfaatan. Dan contoh yang paling mudah adalah tidak menggunjing ...

Waqi'ah Kuçeçwara (1)

  Malangkuçeçwara , kalimat indah yang berasal dari Prasasti Kedu yang menunjukkan bahwa Raja Balitung adalah raja yang taat beragama. Malangkuçeçwara, sebuah rangkaian kata yang jika dimaknai secara gamblang adalah Tuhan menghancurkan kebatilan. Semboyan kota Malang, yang didalamnya bermuatan do’a bahwa kota Malang akan menjadi kota yang warganya memiliki jiwa spiritual yang kuat, sehingga taat kepada Tuhan dan sebisa mungkin menjauhi hal-hal yang dilarang oleh-Nya. Adalah Waqi’ah Indonesia, salah satu bagian dari kota Malang yang berusaha untuk selalu istiqamah dalam menggemakan dzikir baik  sirri  maupun  jahri,  dalam rangka menembus langit kota Malang, menghantarkan do’a-do’a kebaikan. Secara berkala baik harian, mingguan, maupun bulanan, kegiatan vaksin rohani selalu dilaksanakan. Pun begitu pula dengan bulan ini, hari Selasa pertama di bulan Desember penghujung tahun 2021. Mendung menggelayut di ufuk, matahari seakan sedang merajuk. Pagi hari hingga sore ...

TANGISAN IBLIS (3)

  Ojo ngamukan Sebuah ungkapan yang terpampang anteng, diam menyambut siapapun yang datang ke Pesantren Waqiah Indonesia, ungkapan sederhana sarat makna yang sering diwejangkan Kiai Zainal Arifin kepada para santrinya. Ternyata itu adalah salah satu ajaran suci dari Baginda Nabi yang diwedar oleh Habib Abdul Qadir malam itu.  Tercatat dalam sebuah kitab klasik, Arbain an-Nawawi. Kitab yang berisi 40 hadits Nabi. Kitab buah karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, yang pada urutan ke-16 isinya adalah wasiat Nabi kepada seorang shahabatnya agar jangan mudah marah.  Lafadz yang bercetak tebal berbunyi  Laa taghdhab- jangan marah, diulang dua kali oleh baginda Nabi. Dengan menahan amarah, maka iblis tidak mudah menguasai dan mengendarai akal-hati manusia. Para jama'ah termangu mendengar penuturan Habib, malam mulai larut, waktu bergulir udara dingin mulai datang menyambut. Rintik hujan tak mau ketinggalan, datang dengan intensitas sedang namun cukup untuk memb...