MALANG (25 Mei 2023) – Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) bekerja sama dengan Ma’had al-Jami'ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Expo Pengenalan Pesantren Kota Malang yang mengundang perhatian besar dari masyarakat dan mahasiswa. Acara ini diselenggarakan di Student Center (SC) UIN Malang dan diikuti oleh perwakilan dari 37 pesantren terkemuka di kota Malang.
Menurut Dr. KH. Halimi Zuhdi selaku ketua RMI kota Malang, melalui Expo Pesantren ini RMI berkomitmen untuk terus mendorong pesantren-pesantren di Kota Malang agar dapat menyebarkan kegiatan, program unggulan, dan berbagai kegiatan lainnya. Menurut pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Darun Nun kota Malang ini, melalui Expo Pesantren, masyarakat dapat melihat ciri khas masing-masing pesantren, yang membuktikan bahwa pesantren di Malang memiliki beragam keunggulan, mulai dari pondok tahfidz, pondok kitab kuning, pondok literasi, hingga pondok berwirausaha.
Selain itu, dalam sambutan yang disampaikan mudir Ma'had al-Jami'ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. KH. Badruddin Muhammad, Beliau mengajak para mahasiswa yang lulus dari UIN, terutama, untuk melanjutkan ke pesantren. Menurut beliau, pesantren dengan semua kunggulan dan ciri khasnya merupakan tempat yang menjadi markas perjuangan para kyai dan pahlawan sejak zaman penjajahan.
Dalam acara ini, turut berpartisipasi juga Pesantren Waqiah Indonesia sebagai salah satu pesantren yang ada di bilangan kota Malang. Pesantren Waqiah Indonesia hadir dengan mengusung visi dan misi pesantren yang berlandaskan ahlus sunnah wal jama'ah an-Nahdliyyah berbasis kewirausahaan dan melesatrikan budaya adiluhung Nusantara.
Bidang usaha yang dimunculkan dalam Expo Pesantren ini adalah produksi kopi dan jemblem. Kopi yang merupakan minuman yang akrab di menu sajian masyarakat Indonesia di-branding dengan kalimat mambu donga (beraroma do'a, red.) Hal ini karena setiap kopi yang dikemas di pesantren Waqiah Indonesia selalu didoakan terlebih dahulu sebelum sampai ke tangan konsumen. Dengan harapan bahwa kopi yang terjual dan dikonsumsi oleh konsumen bisa lebih mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.
Selain kopi, produk usaha pesantren Waqiah Indonesia adalah jemblem, makanan berbentuk bola yang terbuat dari singkong yang juga tak lekang oleh zaman. Menurut pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia-Kyai Zain al-Nganjuk'i, bahwa makna jemblem yang bulat dan menggelinding adalah makna hidup yang terus berputar sehingga santri Waqiah Indonesia diharapkan siap dengan perputaran roda kehidupan. Dalam putaran jemblem-roda kehidupan itu, nantinya akan muncul manisnya gula jawa-manisnya rasa ikhlas, ketika sudah dimakan-ketika hidup sudah dijalani dengan neriman-qona'ah.
Itulah pesan yang disampaikan oleh Ust. Dr. Khoirul Fatihin dalam presentasi Pesantren Waqiah Indonesia di acara Expo Pesantren ini. Selain itu, disampaikan juga bahwa berbeda dengan pesantren lain yang rata-rata membuka kesempatan bagi sebanyak mungkin calon santri, di tahun ini Pesantren Waqiah Indonesia hanya membuka kuota untuk 9 orang santri laki-laki saja.
Semoga dengan semangat perjuangan filosofi jemblem dan kopi, membawa keberkahan untuk semuanya. Aamiin.
(Reporter : HK-Pena)



Komentar
Posting Komentar