Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

3 RESEP MERAIH BERKAH

Perjalanan santri Waqi'ah Indonesia dan jama'ah MAWADDAH-Majelis Waqi'ah dan Burdah yang diasuh KH. Zainal Arifin al-Nganjuk'i telah sampai di puncak jadwal. Di hari yang ke 41, penutupan MAWADDAH dilakukan di Pesantren Waqi'ah Indonesia. Sedari pagi para santri dan alumni yang datang, bersiap untuk menyambut para tamu undangan. Turut hadir pula pada hari ini, KH. Ahmad Syadzilli dari Kebonagung, Abah Slamet khadim Majelis Cinta Rasul Malang Raya, dan salah satu dzurriyah Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ndara Habib Mushthafa al-Khirid pengasuh Pondok Pesantren Daar Thohaa - Batu. Tak ketinggalan, jama'ah shalawat Nabi Laras Panuntun dari Masjid Shiraathal Jannah - Kota Malang turut ngregengaken suasana hari ini. Berpayung langit biru kota Malang, hall parkir Pesantren Waqi'ah Indonesia menjadi tenpat berkumpul dan bermunajat para jama'ah. Asap dupa yang mengepul menjadi pengganti bukhur dalam nggenepi ubarampé majelis maulid. Pasca pembacaan surat al-Waqi...

SING JUJUR BAKALÉ MAKMUR

Waktu adalah salah satu makhluk Allah SWT yang selalu setia kepada-Nya. Tidak pernah mengingkari kapan harus berpindah masa dan keadaannya. Seperti malam ini, malam ke- 35 dari perjalanan jama'ah MAWADDAH-Majelis Waqi'ah dan Burdah yang bertempat di   ndalem  Kyai Abdurrahman al-Hafidz, Karangsono, Pakisaji, Kab. Malang.  Alhamdulillaah,  puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Agung yang mentakdirkan kami bisa istiqamah dalam   lakon nderes  surat al-Waqi'ah dan qashidah Burdah, dalam bimbingan guru kami Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk'i. Di malam yang berselimut sejuk udara kota Malang, pasca pembacaan surat al-Waqi'ah, wirid, rangkaian qashidah Burdah, serta  shalawat bil qiyam,  guru kami Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk'i  wedar sabda  perihal salah satu satu indikator keimanan seseorang, yakni kejujuran. Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk'i mengutip keterangan dalam kitab  Taisirul Khallaaq  yang dalam bab kejujuran. Dalam...

MENJAGA KESUCIAN DAN KESAKRALAN MASJID

Perjalanan safari MAWADDAH-Majelis Waqi'ah dan Burdah masih berlanjut. Sejak dini hari hingga sore berganti mendung masih bergelayut. Seantero Malang Raya terbasahi oleh air hujan yang seakan masih kerasan. Semoga hujan yang turun membawa rahmat bukan membawa azab. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur'an surat al-Anfal ayat 33, bahwa Dia tidak akan menurunkan azab terhadap penghuni suatu tempat selagi mereka masih bersama Kanjeng Nabi Muhammad. Saat ini memang jasad Kanjeng Nabi sudah berada dalam perut bumi, namun cinta dan ajarannya masih ada dalam hati sekian milyar orang penduduk bumi. Pada malam hari ini, jama'ah MAWADDAH-Majelis Waqi'ah dan Burdah kembali memperkuat frekuensi cinta kepada Kanjeng Nabi dengan membaca al-Qur'an, qashidah Burdah, wirid-dzikir, dan ta'lim. Sebuah rumah di salah satu titik kota Malang, kediaman Abah Kirman di area Klaseman - Karangbesuki , menjadi lokasi ke-33 dari perjalanan MAWADDAH. Di malam yang syahdu dengan serta rin...

YAKIN, CERDAS, DAN ISTIQAMAH DALAM IBADAH

Malang, sedari lewat tengah hari mendung menggelayut dilangit kota bunga ini. Sebagaimana pada setiap Selasa pertama di tiap bulan, Pesantren Waqi’ah Indonesia yang diasuh Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk’i punya hajat, munajat bulanan berjama’ah di Musholla al-Qona’ah. Bertepatan pula hari ini adalah malam ke-30 dari perjalanan MAWADDAH-Majelis Waqi’ah dan Burdah, dan satu agenda lagi yakni Haul ke-43 KH. Bisyri Syansuri – Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar – Jombang – Jawa Timur. Hingga surat al-Waqi’ah selesai dibaca, rintik hujan masih melewati atmosfer langit kota Malang. Lantunan qashidah burdah dilantunkan hingga shalawat bil qiyam pun selesai dikumandangkan. Malam ini, alhamdulillah berkenan hadir di Pesantren Waqi’ah Indonesia salah satu diantara jajaran pengasuh di Pondok Pesantren an-Nuur 2 – Bululawang, sekaligus pengasuh Jama’ah Hasbunallah – Gus Helmi Nawaly. Dalam mau’udzah yang disampaikan beliau malam ini beliau mengupas beberapa poin dengan bahasa santai dan hu...

PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN WAQI'AH INDONESIA

Pesantren Waqiah Indonesia merupakan wadah bagi para santri yang ingin mengoptimalkan kreatifitasnya untuk khidmah kepada umat . Dalam hal ini, khidmah kepada Kyai menjadi titik awalnya, Kyai sebagai pendamping bagi santri untuk memaksimalkan potensi diri masing-masing.  Pesantren Waqiah Indonesia dengan kultur khas Nahdhatul Ulama' tidak lepas dari kegiatan ala warga Nahdhiyin seperti pembacaan Yasin, Tahlil, Istighatsah, shalawat Burdah, shalawat ad-Diba'i, Ratibul Haddad, dll. Serta yang menjadi ciri khas adalah istiqamah membaca surat al-Waqi'ah. Dari semua kegiatan tadi, masing-masing dilakukan dengan berjama'ah, oleh karena itu santri Waqi'ah Indonesia juga disiapkan untuk bisa menjadi pemimpin atau pengisi dalam sebuah acara sesuai dengan keahliannya masing-masing.  Selain karakter pesantren yang mengkaji kitab klasik karya para ulama bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah, Pesantren Waqi’ah juga berupaya melestarikan budaya adiluhung Nusantara sebagai salah satu...