Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

SAPA SEJATINING AKU (2)

Ngelmu iku kalakoné kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani Setya budya pangekesé durangkara   Tembang macapat Pucung dalam serat Wulangreh diatas dikutip Ki Riyanto dalam keheningan malam. Maknanya adalah   ilmu itu bisa dipahami, dikuasai harus dengan lelaku atau praktik, lelaku pencapaiannya dengan cara kas, artinya kas berusaha keras memperkokoh karakter, kokohnya budi (karakter) akan menjauhkan diri dari watak angkara. Memandang segala sesuatu dengan ilmu, akan menjadikan semuanya menjadi baik atau positive thinking  sebab menggunakan dasar bahwa semuanya terjadi atas kehendak Allah SWT. Konsep budaya adalah keindahan, Allah adalah Dzat Yang Maha Indah yang meletakkan keindahan dalam semua ciptaan-Nya. Namun, jika manusia memandang sesuatu tanpa kesadaran akan keindahan Allah SWT, sulit baginya menemukan keindahan dalam ciptaan Allah, sulit menemukan kebaikan dalam ciptaan Allah, sehingga sangat mudah bagi orang yang melihat sesuatu dengan dasar il...

SAPA SEJATINING AKU (1)

Malang , 27 Mei 2023. Sebagai salah satu pesantren yang mau untuk ngopéni budaya, pesantren Waqiah Indonesia kembali menyelenggarakan ngaji budaya. Bertepatan dengan tanggal 7 Dzulqa'dah 1444 H, hadir sebagai narasumber di pesantren Waqiah Indonesia salah satu budayawan kota Malang, Ki Riyanto. Beliau selain sebagai budayawan kota Malang juga mantan direktur dari UB TV, juga merupakan salah satu dari jajaran pengurus Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) NU di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Lowokwaru - Kota Malang. Dalam pengantar yang disampaikan oleh pengasuh pesantren-Kyai Zain al-Nganjuk'i, beliau berharap agar santri-santri Waqi'ah Indonesia yang mayoritas adalah orang Jawa, tetap melestarikan dan mengamalkan nilai budaya Jawa. Beliau menuturkan bahwa di era saat ini, makin hari makin banyak generasi yang enggan untuk belajar apalagi mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Seiring dengan disajikannya wedang kopi dan beberapa camilan kepada jama'ah ...

JÉMBLEM (bisa) KEREN DI EXPO PESANTREN

MALANG (25 Mei 2023) – Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) bekerja sama dengan Ma’had al-Jami'ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Expo Pengenalan Pesantren Kota Malang yang mengundang perhatian besar dari masyarakat dan mahasiswa. Acara ini diselenggarakan di Student Center (SC) UIN Malang dan diikuti oleh perwakilan dari 37 pesantren terkemuka di kota Malang. Menurut Dr. KH. Halimi Zuhdi selaku ketua RMI kota Malang, melalui Expo Pesantren ini RMI berkomitmen untuk terus mendorong pesantren-pesantren di Kota Malang agar dapat menyebarkan kegiatan, program unggulan, dan berbagai kegiatan lainnya. Menurut pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Darun Nun kota Malang ini, melalui Expo Pesantren, masyarakat dapat melihat ciri khas masing-masing pesantren, yang membuktikan bahwa pesantren di Malang memiliki beragam keunggulan, mulai dari pondok tahfidz, pondok kitab kuning, pondok literasi, hingga pondok berwirausaha.  Selain itu, dalam sambutan yang disampaikan mudir ...