KH. ZAINAL ARIFIN AL-NGANJUK'I, lahir di
kota angin Nganjuk - Jawa Timur pada 5 Mei 1978. Beliau lahir dengan nama
Zainal Arifin dan hingga kini juga akrab disapa Pak Zein. Kyai
Zainal mengenyam pendidikan formal di SDN Sukorejo (1987), MTsN. Nganjuk
(1993), kemudian melanjutkan pengembaraan keilmuannya di MAN Denanyar - Jombang
(1996). Tak berhenti disana, setelah tamat dari bangku Madrasah Aliyah, beliau
melanjutkan studi di Jurusan Pendidikan Agama Islam - Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan - IAIN Malang (2000), tak lama berselang setelah kelulusan beliau
di bangku sarjana strata 1, beliau melanjutkan untuk menambah masa studi di
Jurusan Studi Islam - Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (2005).
Istri beliau bernama Siti
Alfiah Nur Hidayah Rahmah, seorang wanita asal kota Blitar-Jawa Timur yang
setia menemani perjuangan beliau dalam momong santri dan umat. Dari
pernikahan beliau, telah lahir putra-putri shalih-shalihah yang bernama
Muhammad Hasyim Syaifullah, Nur Muhammad Hamim, Maulida Qurrata A’yun, dan
Najwa Nihayah Az-Zain.
Selain sebagai pendiri
dan pengasuh Pesantren Waqi’ah Indonesia, Kyai Zainal Arifin juga anggota tetap
DPRD (Dewan Pengajian Rutin Daerah), mantan ketua LDNU (Lembaga Dakwah Nahdhatul
Ulama) PCNU Kota Malang. Beliau mengasuh jama’ah Waqi’ah Indonesia yang sudah
menyebar hingga beberapa daerah diantaranya Pacitan, Nganjuk, Bojonegoro,
Jombang, Blitar, Kediri, Magetan, dan daerah-daerah lain. Waqi’ah Indonesia
dalam pandangan beliau adalah sebuah wadah yang memang sengaja disiapkan untuk
membangun potensi dan kreatifitas generasi muda di zaman yang semakin
berkembang dan maju ini. Kyai Zainal Arifin juga pernah mengisi beberapa
program religi di berbagai televisi lokal, diantaranya Mutiara Hati (Gajayana
TV), Monolog (UB TV), Embun Pagi (JTV), Malang TV, Pencerahan Ramadhan, dll.
Kyai Zainal Arifin juga dikenal sebagai Rektor TPQ Indonesia, pendongeng keliling, menginisiasi shadaqah sampah dari jama’ah untuk jama’ah dan istiqamah dalam bersilaturahmi sowan kepada para Kyai yang ada di Indonesia. Di tengah kesibukan beliau momong santri dan jama’ah Waqi’ah Indonesia, beliau juga seorang dosen di beberapa kampus ternama di kota Malang. Beliau adalah dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, STIMIK ASIA, Universitas Gajayana Malang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kertanegara Malang (STIEKMA).
Beberapa karya tulis beliau diantaranya Studi al-Mahabbah menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Majelis BBM (Bengi-bengi Melekan), Munajat Anti Galau, Cafe Ramadhan, Wirid Pancasona, Sandal Lily Backpacker : Percikan Hikmah dibalik Kisah, Suara al-Nganjuki dan Buku Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum, The Story of Kang Sadly (lanjutan dari buku Sandal Lily Backpacker), Kang Sadly Mondok : Pencarian Bekal menuju Kesempurnaan Ramadhan, Menjemput Bidadari Keseleo, dan yang menjadi pedoman jama’ah Waqi’ah Indonesia dalam bermunajat yakni buku Munajat Waqi’ah.
Komentar
Posting Komentar