Langsung ke konten utama

BELAJAR BERBAGI, WUJUD MENSYUKURI

Malang, 9 Juli 2023 - Ta'lim dilaksanakan menurut Kanjeng Nabi minal mahdi ilal lahdi - dari buaian Ibu sampai liang lahat. Inilah kiranya yang menjadi salah satu motivasi bagi Pak Agus selaku owner dari Warung Kasemo untuk menjamu dan mengagendakan kegiatan ta'lim di resto yang beliau kelola tersebut. 

Sebuah kehormatan bagi Jama'ah Waqi'ah Indonesia untuk diperkenankan mengadakan kegiatan ta'lim di salah satu tempat bergengsi di bilangan Dau - Mulyorejo - Kab. Malang tersebut. Dalam kesempatan malam yang penuh berkah, salah satu pesan yang disampaikan Kyai Zain al-Nganjuk'i selaku pengasuh jama'ah Waqiah Indonesia adalah jangan lupa untuk berbagi. Rasulullah SAW adalah figur terbaik bagi kita untuk mengambil uswah atau teladan. Kepada siapapun beliau selalu berbagi, termasuk kepada orang yang baru mengikuti agama yang beliau ajarkan (muallaf). Rasulullah SAW pernah memberikan beberapa ekor kambing kepada muallaf yang baru saja belajar agama Islam kepada beliau.

Hal itu juga yang menjadi contoh bagi sayyid Hasan - Husain, dan sayyidina Ja'far radhiyallaahu 'anhum yang pernah memberikan ribuan kambing dan ribuan dinar kepada seorang nenek pengemis yang pernah menolong mereka bertiga saat dalam perjalanan menuju ke Makkah al-Mukarramah. 

Semangat berbagi adalah poin utama dalam ta'lim malam ini. Hal itu juga yang disampaikan oleh Pak Agus (owner Warung Kasemo, red), beliau menyampaikan bahwa keyakinan beliau kepada Allah SWT adalah kunci utama dalam hidup, selain itu positif thinking adalah kunci yang kedua. Jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah SWT, dengan demikian apapun yang kita terima akan menjadikan wujud syukur dan berkah. Dalam keadaan apapun, tidak harus menunggu kaya untuk berbagi kepada sesama.

Semoga dengan ta'lim singkat ini, keberkahan selalu menyertai keluarga besar Warung Kasemo, aamiin.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUNGAH RAMADHAN WAQI'AH INDONESIA

Bahagia hati, gembira jiwa, hingga senyum berseri. Ekspresi mahabbah-cinta terhadap datangnya bulan suci Ramadhan dilakukan keluarga besar Pesantren Waqi'ah Indonesia. Sore hari di penghujung bulan Sya'ban, Pawai Ramadhan TPQ Indonenesia diselenggarakan sebagai pembukan serangkaian gelaran acara Ramadhan 1443 H di Waqi'ah Indonesia. Pawai Ramadhan ini diikuti oleh seluruh santri TPQ Indonesia, para Ustadz dan Ustadzah pembimbing, dan dipimpin langsung Pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia, Ustadz Zainal Arifin al-Nganjuk'i.  Suasana mendung yang sendu serta rintik hujan yang turun menambah sejuknya hati menyambut bulan yang suci. Pawai Ramadhan yang dilakukan dengan berkeliling komplek Perumahan Joyogrand sambil membaca shalawat Nabi semoga menjadi sarana Kanjeng Nabi tersenyum dan berkenan memberi syafaat di akhirat nanti. Acara yang dimulai ba'dha Ashar dan dijeda dengan istirahat serta shalat Maghrib berjama'ah ini dipungkasi dengan bermain game dan api unggun ...

PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN WAQI'AH INDONESIA

Pesantren Waqiah Indonesia merupakan wadah bagi para santri yang ingin mengoptimalkan kreatifitasnya untuk khidmah kepada umat . Dalam hal ini, khidmah kepada Kyai menjadi titik awalnya, Kyai sebagai pendamping bagi santri untuk memaksimalkan potensi diri masing-masing.  Pesantren Waqiah Indonesia dengan kultur khas Nahdhatul Ulama' tidak lepas dari kegiatan ala warga Nahdhiyin seperti pembacaan Yasin, Tahlil, Istighatsah, shalawat Burdah, shalawat ad-Diba'i, Ratibul Haddad, dll. Serta yang menjadi ciri khas adalah istiqamah membaca surat al-Waqi'ah. Dari semua kegiatan tadi, masing-masing dilakukan dengan berjama'ah, oleh karena itu santri Waqi'ah Indonesia juga disiapkan untuk bisa menjadi pemimpin atau pengisi dalam sebuah acara sesuai dengan keahliannya masing-masing.  Selain karakter pesantren yang mengkaji kitab klasik karya para ulama bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah, Pesantren Waqi’ah juga berupaya melestarikan budaya adiluhung Nusantara sebagai salah satu...

TAPA NGRAMÈ NGUNDUH PITUDUH (1)

Malang , kota dengan beragam corak kehidupan mulai standard priyayi hingga Kiai, pendidikan hingga sekedar hiburan, gorengan tempe kacang hingga sajian hotel berbintang. Masyarakat yang agamis hingga yang hedonis, yang serius  reset  hingga yang bermental  kesét,  dan beragam warna kehidupan lainnya mengisi setiap jengkal bumi Singo Edan, AREMA. Semuanya tidak lepas dari Zaman yang semakin berkembang teknologinya, memaksa penghuni setiap jengkal tanah dibumi untuk memahami keadaannya. Kontak dan mobilitas sosial yang semakin intens tentu membuat beragam perubahan dalam peradaban manusia. Salah dan lupa, khilaf hingga papa, hingga lemah tidak berdaya adalah sifat dasar manusia. Sangat kontras dengan betapa hebatnya teknologi yang dibuatnya, manusia punya segudang kelemahan yang jika dipantik satu saja, maka hancurlah kehidupannya. Keseimbangan hati, pikiran, dan perbuatan dibutuhkan manusia untuk membuatnya tetap berlaku arif dan bijaksana, sebab hanya manusia, satu...