Langsung ke konten utama

BUNGAH RAMADHAN WAQI'AH INDONESIA

Bahagia hati, gembira jiwa, hingga senyum berseri. Ekspresi mahabbah-cinta terhadap datangnya bulan suci Ramadhan dilakukan keluarga besar Pesantren Waqi'ah Indonesia. Sore hari di penghujung bulan Sya'ban, Pawai Ramadhan TPQ Indonenesia diselenggarakan sebagai pembukan serangkaian gelaran acara Ramadhan 1443 H di Waqi'ah Indonesia. Pawai Ramadhan ini diikuti oleh seluruh santri TPQ Indonesia, para Ustadz dan Ustadzah pembimbing, dan dipimpin langsung Pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia, Ustadz Zainal Arifin al-Nganjuk'i. 

Suasana mendung yang sendu serta rintik hujan yang turun menambah sejuknya hati menyambut bulan yang suci. Pawai Ramadhan yang dilakukan dengan berkeliling komplek Perumahan Joyogrand sambil membaca shalawat Nabi semoga menjadi sarana Kanjeng Nabi tersenyum dan berkenan memberi syafaat di akhirat nanti. Acara yang dimulai ba'dha Ashar dan dijeda dengan istirahat serta shalat Maghrib berjama'ah ini dipungkasi dengan bermain game dan api unggun di halaman Mushalla al-Qana'ah. 

Api yang menghangatkan tubuh melambangkan jiwa yang bersemangat untuk melakukan ibadah utamanya di bulan suci Ramadhan. Sambil berdiri melingkar dan dipandu para pembimbing TPQ Indonesia, para santri bermain game layaknya peserta Pramuka, melambangkan betapa pentingnya sebuah kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Keceriaan yang muncul dari tawa mereka adalah lambang bahwa ibadah hendaklah dilakukan dengan riang gembira.

Diantara motivasi agenda ini adalah dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam kitab Durratun Naashihiin bahwa 'Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan maka Allah mengharamkan baginya api neraka'. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa hadits tentang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan adalah hadits dha'if-lemah, namun dalam kitab al-Adzkar min Kalaami sayyidil Abraar Imam Nawawi menyatakan bahwa boleh melakukan amalan berdasarkan hadits dha'if sebagai penyemangat dalam berbuat amal baik itu. 

Selain itu, adanya Pawai Ramdhan ini sebagai bentuk syiar Islam, mentadabburi QS. al-Hajj ayat 32 yang menjelaskan bahwa 'barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar agama Allah maka perbuatannya itu termasuk dalam bentuk ketaqwaan hati'. Memang ayat ini berada dalam tema pelaksanaan rangkaian ibadah haji, namun dalam mentadabburi ayat ini, bentuk syiar agama Allah bisa juga dilakukan dengan menggelar kegiatan-kegiatan positif, amaliyah baik yang bermuara pada peningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tak hanya Pawai Ramadhan, gelaran syiar Ramadhan di Pesantren Waqiah Indonesia 1443 H juga akan dilanjutkan dengan KASMARAN (Kajian Selama Ramadhan) yang insya Allah diisi oleh para Ustadz yang mumpuni. Diantara kitab yang akan dikaji adalah kitab Taisirul Khollaaq yang akan diulas oleh Pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia Ust. Zainal Arifin al-Nganjuk'i, kitab Ushfuriyah yang akan diulas oleh Ust. Nurul Asyhar, kitab Taajul 'Arus yang akan dijelaskan oleh Ust. Ahmad Zain Fuad, dan kitab Fathul Qarib yang akan dijelaskan oleh Ust. Muhammad Anis. 

Selain prorgam KASMARAN (Kajian Selama Ramadhan) ini ada juga program Mutiara Senja yang tayang di kanal youtube Waqiah Indonesia setiap hari menjelas berbuka puasa. Isinya adalah kalam hikmah ajaran Islam yang dijelaskan oleh para Kyai dan Ustadz dari berbagai daerah khususya di Malang Raya yang tidak diragukan kredibilitas keilmuannya. Semua dilakukan dalam rangka taqarrub - mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berlomba-lomba melakukan kebaikan, nuprih ilmu - mencari ilmu, sebagai bekal dalam beribadah kepada-Nya.

Semoga di Ramadhan kali ini Allah SWT berkenan memberikan taufiq, hidayah, dan inayah-Nya terus menerus kepada kita, sehingga kita bisa beribadah kepada-Nya dan menggapai derajat muttaqiin-orang - orang yang bertaqwa disisi Allah SWT.

Aamiin




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN WAQI'AH INDONESIA

Pesantren Waqiah Indonesia merupakan wadah bagi para santri yang ingin mengoptimalkan kreatifitasnya untuk khidmah kepada umat . Dalam hal ini, khidmah kepada Kyai menjadi titik awalnya, Kyai sebagai pendamping bagi santri untuk memaksimalkan potensi diri masing-masing.  Pesantren Waqiah Indonesia dengan kultur khas Nahdhatul Ulama' tidak lepas dari kegiatan ala warga Nahdhiyin seperti pembacaan Yasin, Tahlil, Istighatsah, shalawat Burdah, shalawat ad-Diba'i, Ratibul Haddad, dll. Serta yang menjadi ciri khas adalah istiqamah membaca surat al-Waqi'ah. Dari semua kegiatan tadi, masing-masing dilakukan dengan berjama'ah, oleh karena itu santri Waqi'ah Indonesia juga disiapkan untuk bisa menjadi pemimpin atau pengisi dalam sebuah acara sesuai dengan keahliannya masing-masing.  Selain karakter pesantren yang mengkaji kitab klasik karya para ulama bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah, Pesantren Waqi’ah juga berupaya melestarikan budaya adiluhung Nusantara sebagai salah satu...

TAPA NGRAMÈ NGUNDUH PITUDUH (1)

Malang , kota dengan beragam corak kehidupan mulai standard priyayi hingga Kiai, pendidikan hingga sekedar hiburan, gorengan tempe kacang hingga sajian hotel berbintang. Masyarakat yang agamis hingga yang hedonis, yang serius  reset  hingga yang bermental  kesét,  dan beragam warna kehidupan lainnya mengisi setiap jengkal bumi Singo Edan, AREMA. Semuanya tidak lepas dari Zaman yang semakin berkembang teknologinya, memaksa penghuni setiap jengkal tanah dibumi untuk memahami keadaannya. Kontak dan mobilitas sosial yang semakin intens tentu membuat beragam perubahan dalam peradaban manusia. Salah dan lupa, khilaf hingga papa, hingga lemah tidak berdaya adalah sifat dasar manusia. Sangat kontras dengan betapa hebatnya teknologi yang dibuatnya, manusia punya segudang kelemahan yang jika dipantik satu saja, maka hancurlah kehidupannya. Keseimbangan hati, pikiran, dan perbuatan dibutuhkan manusia untuk membuatnya tetap berlaku arif dan bijaksana, sebab hanya manusia, satu...