Perjalanan santri Waqi'ah Indonesia dan jama'ah MAWADDAH-Majelis Waqi'ah dan Burdah yang diasuh KH. Zainal Arifin al-Nganjuk'i telah sampai di puncak jadwal. Di hari yang ke 41, penutupan MAWADDAH dilakukan di Pesantren Waqi'ah Indonesia. Sedari pagi para santri dan alumni yang datang, bersiap untuk menyambut para tamu undangan. Turut hadir pula pada hari ini, KH. Ahmad Syadzilli dari Kebonagung, Abah Slamet khadim Majelis Cinta Rasul Malang Raya, dan salah satu dzurriyah Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ndara Habib Mushthafa al-Khirid pengasuh Pondok Pesantren Daar Thohaa - Batu. Tak ketinggalan, jama'ah shalawat Nabi Laras Panuntun dari Masjid Shiraathal Jannah - Kota Malang turut ngregengaken suasana hari ini.
Berpayung langit biru kota Malang, hall parkir Pesantren Waqi'ah Indonesia menjadi tenpat berkumpul dan bermunajat para jama'ah. Asap dupa yang mengepul menjadi pengganti bukhur dalam nggenepi ubarampé majelis maulid. Pasca pembacaan surat al-Waqi'ah, qashidah burdah, dan shalawat bil qiyam, acara mau'idzah hasanah diisi Habib Mushthafa al-Khirid.
Bermandikan sinar redup matahari dan berjaket hawa sejuk kota Malang, para jamaah yang hadir memperhatikan wejangan yang disampaikan Habib. Habib menyampaikan bahwa majelis Burdah adalah majelis cinta kepada Rasul SAW, karena didalamnya dilantunkan syair pujian gubahan Imam Ahmad al-Bushiri yang begitu indah kesusastraannya. Habib mengisahkan secara singkat Imam Ahmad al-Bushiri menulis syair qashidah pujian untuk Kanjeng Nabi ketika beliau dalam keadaan sakit stroke, hingga sampai pada sebuah bait yang tak mampu lagi beliau menuliskan kata dan idenya, Kanjeng Nabi Muhammad SAW rawuh dalam mimpinya. Dalam mimpi itu, Kanjeng Nabi memberikan sebuah selimut bermotif garis-garis yang dalam bahasa Arab disebut burdah, ketika bangun Imam Ahmad al-Bushiri sembuh dari sakitnya, sehingga beliau bisa merampungkan qashidah pujiannya untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan diberi judul qasidah Burdah.
Sebuah keberkahan dari pembacaan shalawat kepada Baginda Nabi SAW, oleh karena itu di kesempatan yang penuh cinta ini, Habib Mushthafa al-Khirid wedar sabda babagan keberkahan. Beliau mengutip kisah Nabi Isa a.s, salah satu Nabi dan Rasul uulul 'azmi yang begitu gigih menegakkan kalimah tauhid, namun disalahpahami oleh sebagian orang sehingga dianggap sebagai Tuhan. Habib Musthafa al-Khirid mengutip firman Allah SWT dalam kitab suci al-Qur'an surat Maryam ayat ke-31-32. Allaf SWT berfirman :
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ
بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ ٣١ وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ
وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا ٣٢
"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup (31) ;dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka (32)."
Melalui ayat tersebut, Habib Mushthafa al-Khirid menjelaskan tentang konsep berkah atau barokah serta apa yang harus dilakukan agar mendapat keberkahan. Barakah adalah jundun min junuudillaah - tentara diantara pasukannya Allah SWT yang diberikan kepada orang-orang pilihan. Berkah memang tidak terlihat, namun manfaatnya konkret. Jika berkah masuk kedalam harta, meskipun sedikit tapi cukup untuk berbagai macam kebutuhan dan ibadah, jika berkah masuk kedalam anak maka anak akan menjadi anak shalih - shalihah, jika berkah masuk kedalam umur maka umur akan menjadi umur yang berkah. Jika masuk kedalam ilmu, maka ilmu yang sedikit akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Diantara contoh umur yang berkah yang disebutkan Habib adalah sayyidah Fathimah az-Zahra, putri Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sayyidah Fathimah adalah satu-satunya keturunan Rasulillah SAW yang meneruskan garis keturunan Kanjeng Nabi, hari lahirnya diperingati setiap tanggal 20 Jumadil Akhir. Sayyidah Fathimah wafat dalam umur 29 tahun, namun keberkahannya dirasakan umat Islam sampai sekarang hingga hari kiamat kelak. Para ulama pun juga demikian, Imam Syafi'i wafat pada umur 54, Imam an-Nawawi wafat pada usia 43 tahun, Habib Keramat Luar Batang - Jakarta wafat pada umur 29 tahun (belum menikah. Dan masih banyak ulama lain yang diberikan keberkahan umurnya.
Dalam al-Qur'an surat Maryam ayat-31 dan 32 disebutkan bahwa Allah SWT memberi keberkahan kepada Kanjeng Nabi Isa a.s, dimana beliau berada maka disitu Allah SWT menurunkan keberkahan. Nabi Isa a.s adalah Nabi yang diberkahi, beliau diberi mukjizat oleh Allah SWT bisa menyembuhkan kebutaan yang permanen, bahkan bisa menghidupkan orang yang telah mati sekian ratus tahun yang lalu. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW bisa mentadabburi QS. Maryam ayat 31-32 ini untuk mendapatkan berkah. Dalam ayat yang ke-31 disebutkan bahwa untuk mendapatkan berkah yang harus dilakukan adalah :
Mendirikan shalat 5 waktu, shalat sebagai tiang agama Islam merupakan kunci pembuka keberkahan yang pertama. Dalam sejarah perintah shalat kepada umat Nabi Muhammad SAW, Kanjeng Nabi dipanggil untuk menghadap kehadhirat Allah SWT yang dikenal dengan peristiwa Isra' Mi'raj. Perjalanan dari Makkah menuju Baytul Maqdis di Palestina, dan dilanjutkan ke langit ketujuh, hingga sampai kehadhirat Allah SWT yang tidak terikat ruang dan waktu. Nabi Muhammad SAW menerima titah dari Allah SWT untuk menjalankan shalat 50 waktu, yang kemudian dikurangi jumlahnya hingga menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Dengan kebesaran-Nya Allah SWT menjadikan pahala shalat 5 waktu sama dengan 50 waktu.
Jika orang ingin sukses maka kuncinya adalah shalat. Buktinya apa ? Buktinya adalah dalam lafadz azan. Dalam adzan disebutkan hayya 'alash shalaah - mari mendirikan shalat, baru kemudian hayya 'alal falaah - marilah menuju keberuntungan. Jika shalat kita baik, maka keberuntungan akan menghampiri kita. Habib menyampaikan bahwa sesibuk apapun jangan sampai meninggalkan shalat, walaupun toh saat ini kita masih belum bisa meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Jangan ada rasa bahwa percuma shalat, jika masih bermaksiat. Dengan keistiqamahan melaksanakan shalat lima waktu, maka suatu saat karena berkahnya shalat, maka perbuatan buruk akan bisa dihindari sedikit demi sedikit.
Yang kedua adalah membayarkan zakat, habib menuturkan bahwa harta yang kita miliki tidak 100% milik kita, ada hak milik orang lain yang wajib kita berikan. Kalaupun toh kita belum termasuk orang yang belum wajib zakat, maka setidaknya kita bersedekah. Dengan zakat atau sedekah maka keberkahan akan masuk kedalam harta kita.
Syarat sedekah agar diterima oleh Allah dan mendapatkan keberkahan dari-Nya yang pertama adalah ikhlas, meskipun sedikit. Yang kedua adalah jangan mengungkit sedekah yang pernah diberikan. Harta yang disedekahkan hakikatnya tidak pernah berkurang, namun akan bertambah, terutama bertambah keberkahannya.
Selanjutnya, resep mendapatkan keberkahan yang ketiga adalah berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada orang tua bisa dilakukan ketika orang tua masih hidup maupun sudah wafat. Berbakti kepada kedua orang tua ketika beliau berdua masih hidup adalah dengan mematuhi, sendika dawuh terhadap perintah beliau. Namun jika orang tua sudah wafat, diantara cara berbakti adalah senantiasa mendoakan dengan mengirim pahala bacaan surat Yasin, Tahlil, ataupun bacaan kalimah thayyibah lainnya.
Dalam poin ketiga ini, Habib menyentil golongan orang-orang yang anti terhadap budaya tahlilan, kirim do'a, hadiah fatihah, dsb. Dalam pandangan Habib, orang yang berbakti kepada orang tua ketika masih hidup itu sangat mulia, dan ketika orang tua sudah wafat maka cara untuk berbaktinya adalah sering mengirimkan pahala dan do'a yang dikhususkan untuk orang tua. Orang tua yang berada di alam barzakh akan mendapatkan manfaat dari do'a atau sedekah yang dikhususkan oleh anak kepadanya. Dengan demikian, maka orang tua yang sudah wafat akan mendoakan kebaikan untuk anaknya. Siapa yang meragukan kemustajaban do'a orang tua kepada anak ? Habib menyatakan bahwa satu kali do'a orang tua lebih mustajabah dibanding 70 do'a waliyullaah.
Demikian Habib Mushthafa al-Khirid memberikan tiga cara untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup. Dengan gaya santai dan bersahaja beliau mengajak semua yang hadir untuk selalu istiqamah, berusaha untuk selalu menjadi pribadi yang terus lebih baik.
Acara pagi hingga siang menjelang ditutup dengan do'a yang dipimpin KH. Ahmad Syadzilli dan diaminkan semua jama'ah yang hadir. Pasca pembacaan do'a secara khusyuk, kembali lagi Laras Panuntun melantunkan beberapa nomor lagu pujian kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan permohonan keberkahan kepada Allah SWT. Semoga keberkahan dari Allah SWT lantaran shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan keistiqamahan selalu membersamai kehidupan santri, alumni, jama'ah yang hadir dan yang berniat hadir namun berhalangan untuk hadir.
Aamiin
Komentar
Posting Komentar