Langsung ke konten utama

(masih) ORANG BODOH ITU "...."

Malang, selain dikenal sebagai bhumi AREMA juga dikenal sebagai kota pendidikan. Banyak kampus megah berdiri di kota ini, tak hanya itu, pesantren-pesantren juga berkembang di hampir setiap kecamatannya. Banyak riset kampus dilakukan oleh para akademisi penghuninya, demikian juga banyak pula majelis dzikir dan berbagai aktifitas spiritual yang dilakukan warganya. Sebuah tolak ukur bahwa kota Malang adalah kota yang dihuni orang-orang yang pinter tur bener.

Salah satu majelis dzikir sekaligus majelis ilmu agama di Malang Raya adalah MAWADDAH-Majelis Waqi’ah dan Burdah yang diasuh Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk’i, guru kami yang juga sekaligus pengasuh Pesantren Waqi’ah Indonesia.

Malam ini adalah malam ke-24 dari perjalanan MAWADDAH-Majelis Waqi’ah dan Burdah 40 malam. Bertempat di rumah salah satu sahabat dekat Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk’i, Ustadz Novi yang berada di kawasan Jl. Ciliwung – Kota Malang. Tepatnya di Jl. Ciliwung II no.9D, malam ini majelis waqi’ah dan burdah digelar. Dan turut hadir pula, Habib Jakfar al-Masyhur, Abah Slamet, dan Ustadz Makmun yang tempo hari menemani Kyai Zainal di Masjid Darul Muttaqin - Kota Malang.

Dalam ceramah malam ini, guru kami Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk’i meneruskan kembali tentang ciri atau tanda orang bodoh. Beliau mewanti-wanti agar kami para santrinya serta para jama’ah yang datang agar tidak termasuk golongan orang yang terbilang bodoh. Kyai Zainal Arifin al-Nganjuk’i mengutip enam tanda orang bodoh dalam kitab Hilyatul Auliya’ wa Thabaqathul Ashfiya, sebuah kitab karya sufi terkemuka dari Persia, Syaikh Abu Nuaim Al Asfahani.

Tanda orang bodoh yang pertama adalah mudah marah. Kyai Zainal menjelaskan bahwa orang marah itu orang yang tidak jelas, mengapa demikian ? Karena orang yang marah akalnya tinggal 50 %, 50% yang lainnya adalah nafsu, sehingga tampak dari waut wajahnya orang yang marah akan merah padam, dan membuat siapapun enggan memandang. Oleh karena itu, di Gubug Gorila (golék ridhané Allah Ta’alaa)-salah satu bagian dari Pesantren Waqi’ah Indonesia, terpampang jelas tulisan ojo ngamukan-jangan mudah marah.

Yang kedua adalah membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab Ayyuhal Walad yakni membicarakan hal-hal yang sia-sia. Sama dengan tanda orang bodoh kedua dalam kitab Washiyatul Mushthafa, yakni membicarakan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan dzikir kepada Allah, yang diterjemahkan Kyai Zainal dengan kata nggedabrus. Melalui MAWADDAH-Majelis Waqi’ah dan Burdah diharapkan para jama’ah semakin intens dalam melatih diri untuk dzikir kepada Allah SWT, berbicara pun membicarakan hal yang bermanfaat yakni ilmu, utamanya ilmu agama.

Yang ketiga adalah memberi nasihat tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Pada poin ketiga ini, Kyai Zainal memberikan contoh bagi seorang mubaligh atau penceramah. Seorang muballigh harus bisa menyesuaikan isi ceramahnya dengan tempat dan waktu, serta event ceramahnya. Jangan sampai ketika acara pernikahan yang dijadikan tema adalah kematian, begitu pula sebaliknya. Meskipun dia adalah seorang muballigh kondang dan hafal ribuan dalil, jika melakukan poin ketiga ini maka sama halnya muballigh itu menunjukkan kebodohannya dalam hal memilih dan memilah materi ceramah.

Yang keempat adalah menyebarkan rahasia. Sering terjadi di masyarakat bahwa ada orang yang senang menceritakan rahasia, baik rahasianya sendiri maupun rahasia orang lain. Entah apa motivasinya, yang jelas bukan untuk tujuan kebaikan. Jika tujuannya adalah untuk kemashlahatan maka tidaklah termasuk orang bodoh, orang yang menceritakan rahasia orang lain. Dalam kitab al-Adzkar min Kalaami Sayyidil Abrar karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa empat dari enam kondisi yang diperbolehkan menyebutkan keburukan orang lain adalah 1) ketika sidang perkara di muka hakim, 2) ketika melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwajib, 3) ketika meminta fatwa kepada seorang mufti, dan 4) ketika mengingatkan publik agar terhindar dari kejahatan.

Adapun tanda yang kelima adalah mempercayai setiap orang. Tidak setiap orang bisa dipercaya, tidak setiap orang dapat menyimpan rahasia kita. Karena tidak setiap orang suka atau setuju dengan yang kita lakukan. Yang dimaksud dari poin kelima ini bukanlah suudzan-berprasangka buruk kepada orang lain, namun bersikap hati-hati, waspada terhadap lawan bicara, relasi, rekan kerja, dsb. Percaya boleh saja, asalkan jangan berlebihan dalam mempercayainya. Jika orang sudah melakukan tanda yang kelima ini, maka ia juga akan masuk dalam tanda orang bodoh yang keenam.

Tanda orang bodoh yang keenam adalah tidak bisa membedakan mana kawan maupun lawan. Kyai Zainal Arifin menuturkan bahwa musuh yang hakiki adalah setan. Setan yang berasal dari bangsa jin memang sudah dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa dia adalah musuh yang sebenarnya, namun dalam QS. an-Naas juga diterangkan bahwa setan juga bisa berasal dari bangsa manusia. Artinya orang-orang yang menghalangi terhadap terlaksananya perbuatan kebaikan tanpa adanya sebab yang masuk akal, maka itu adalah setan dari bangsa manusia.

Semoga, seluruh jama’ah yang hadir dan yang punya niat hadir namun belum berkesempatan dihindarkan oleh Allah SWT dari enam tanda orang yang bodoh. Dimasukkan oleh Allah SWT kedalam golongan hamba-Nya yang pintar dan benar, karena sesuai dengan nash QS. al-Mujadilah ayat 11 bahwa orang yang mendapatkan derajat tinggi disisi Allah SWT adalah orang yang beriman dan berilmu. Wabil khusus untuk Ustadz Novi dan keluarga serta semua yang membantu ngladosi para rawuh pada malam hari ini, semoga dicatat sebagai amal shalih dan diberikan balasan yang luar biasa dari Allah SWT.

Aamiin 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUNGAH RAMADHAN WAQI'AH INDONESIA

Bahagia hati, gembira jiwa, hingga senyum berseri. Ekspresi mahabbah-cinta terhadap datangnya bulan suci Ramadhan dilakukan keluarga besar Pesantren Waqi'ah Indonesia. Sore hari di penghujung bulan Sya'ban, Pawai Ramadhan TPQ Indonenesia diselenggarakan sebagai pembukan serangkaian gelaran acara Ramadhan 1443 H di Waqi'ah Indonesia. Pawai Ramadhan ini diikuti oleh seluruh santri TPQ Indonesia, para Ustadz dan Ustadzah pembimbing, dan dipimpin langsung Pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia, Ustadz Zainal Arifin al-Nganjuk'i.  Suasana mendung yang sendu serta rintik hujan yang turun menambah sejuknya hati menyambut bulan yang suci. Pawai Ramadhan yang dilakukan dengan berkeliling komplek Perumahan Joyogrand sambil membaca shalawat Nabi semoga menjadi sarana Kanjeng Nabi tersenyum dan berkenan memberi syafaat di akhirat nanti. Acara yang dimulai ba'dha Ashar dan dijeda dengan istirahat serta shalat Maghrib berjama'ah ini dipungkasi dengan bermain game dan api unggun ...

PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN WAQI'AH INDONESIA

Pesantren Waqiah Indonesia merupakan wadah bagi para santri yang ingin mengoptimalkan kreatifitasnya untuk khidmah kepada umat . Dalam hal ini, khidmah kepada Kyai menjadi titik awalnya, Kyai sebagai pendamping bagi santri untuk memaksimalkan potensi diri masing-masing.  Pesantren Waqiah Indonesia dengan kultur khas Nahdhatul Ulama' tidak lepas dari kegiatan ala warga Nahdhiyin seperti pembacaan Yasin, Tahlil, Istighatsah, shalawat Burdah, shalawat ad-Diba'i, Ratibul Haddad, dll. Serta yang menjadi ciri khas adalah istiqamah membaca surat al-Waqi'ah. Dari semua kegiatan tadi, masing-masing dilakukan dengan berjama'ah, oleh karena itu santri Waqi'ah Indonesia juga disiapkan untuk bisa menjadi pemimpin atau pengisi dalam sebuah acara sesuai dengan keahliannya masing-masing.  Selain karakter pesantren yang mengkaji kitab klasik karya para ulama bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah, Pesantren Waqi’ah juga berupaya melestarikan budaya adiluhung Nusantara sebagai salah satu...

TAPA NGRAMÈ NGUNDUH PITUDUH (1)

Malang , kota dengan beragam corak kehidupan mulai standard priyayi hingga Kiai, pendidikan hingga sekedar hiburan, gorengan tempe kacang hingga sajian hotel berbintang. Masyarakat yang agamis hingga yang hedonis, yang serius  reset  hingga yang bermental  kesét,  dan beragam warna kehidupan lainnya mengisi setiap jengkal bumi Singo Edan, AREMA. Semuanya tidak lepas dari Zaman yang semakin berkembang teknologinya, memaksa penghuni setiap jengkal tanah dibumi untuk memahami keadaannya. Kontak dan mobilitas sosial yang semakin intens tentu membuat beragam perubahan dalam peradaban manusia. Salah dan lupa, khilaf hingga papa, hingga lemah tidak berdaya adalah sifat dasar manusia. Sangat kontras dengan betapa hebatnya teknologi yang dibuatnya, manusia punya segudang kelemahan yang jika dipantik satu saja, maka hancurlah kehidupannya. Keseimbangan hati, pikiran, dan perbuatan dibutuhkan manusia untuk membuatnya tetap berlaku arif dan bijaksana, sebab hanya manusia, satu...